Wednesday, April 8, 2009

Tak Perlu Teriakan...

"Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman."

"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman." (QS. 9 : 13-14)


Mengapa kita tidak memilih? padahal ini adalah kesempatan kita untuk melawan. Lihatlah para firaun dan samiri yang berkeliaran. Didepan kedua mata kita mereka merampas harta negeri kita. Lalu dengan santai kita meneriakan untuk tidak memilih lantaran demokrasi adalah produk kufar. Jika memang begitu maka diri kalian sangat egois. Apakah kalian tidak peduli dengan para fakir miskin dikolong jembatan ibukota? Atau para dhuafa dipelosok nusantara? Bagaimana jika yang menjadi pemimpin adalah para kacung zionis. Lalu mereka membantai kaum musimin dengan sangat bengis. Siapkah kalian untuk tidak menangis?

Jika hanya demokrasi yang menjadi masalah. Biarlah ia menjadi piala bening. Apapun yang mengisinya akan menjadi warna baginya. Tugas kita adalah untuk menjaganya, jangan biarkan khamar yang haram menodai. Tapi kita harus bisa mengisinya dengan nilai-nilai islami dan syariat yang murni. Inilah perang kita kawan !!!, perang melawan para kufar yang mencoba menguasai negeri tercinta kita ini.

Tanyakannlah pada hatimu kawan !!! karena hati tak akan pernah berdusta. Apakah ini salah mereka yang tidak tahu apa-apa? Atau salah kita yang tahu tapi memilih untuk diam. Ingat kawan !!! sangat kejam dan biadab bagi mereka yang melihat tapi diam. Masih ada pemimpin negeri yang masih peduli dengan rakyatnya. Saya yakin bahwa Allah Maha Adil, setiap sisi kejahatan pasti akan ada sisi kebaikan disisi lainya yang siap menumpasnya. Temukanlah ia kawan atau jika kau tidak menemukannya cobalah jadi pemimpin yang baik untuk dirimu, keluargamu, dan lingkungan tempat tinggalmu. Jangan hanya mengeluh, tapi bekerjalah. Untuk duniamu dan akhiratmu.

Ketika seluruh muslim di negeri ini mengerti akan akidah yang murni. Maka tak perlu lagi teriakan, cukup salam yang menentramkan hati. Sampai saat itu tiba, maka kita harus bersatu. Bahu membahu untuk menyampaikan dakwah ini. Kepelosok negeri dibawah kolong langit ini. Sampaikanlah !!! sampaikanlah kawan...meski itu hanya satu ayat saja. Bersegeralah menuju kebaikan. Dan semuanya hanya karena ALLAH SWT.

"...dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba." (QS. 83 :26)

No comments:

Post a Comment